Wednesday, December 7

REVIEW - Tas Kamera SIRUI UrbanPro 15

Beberapa minggu belakangan ini merupakan masa-masa belanja yang cukup gila, dan tentunya seiring sejalan dengan waktu penantian paketan tiba. Malam ini, kiriman yang datang adalah sebuah tas kamera yang, setelah saya cari dengan membabi buta ke toko-toko online dan offline dalam negeri tetapi tidak ada, terpaksa saya beli di website B&H. Celakanya lagi, dikarenakan saldo paypal kosong, maka saya meminta bantuan dari seorang teman yang tinggal di Jakarta.

Singkat kata dan singkat cerita, teman saya itu melakukan order ke B&H pada tanggal 21 November 2016. Saya memintanya supaya dia menggunakan jasa pengiriman FedEx, dengan niat agar tas kamera yang saya inginkan itu segera sampai. Apa daya, sistem bea-cukai negeri ini memang sepertinya payah dan kacau-balau. Ketika saya melakukan pelacakan kiriman melalui website FedEx, paket itu sudah tiba di Cengkareng pada tanggal 24 November 2016. Sialnya, hingga satu minggu kemudian belum ada perkembangan dan tetap dalam status Clearance delay - Import. Dan akhirnya, pada tanggal 5 Desember 2016 barulah paket tersebut sampai ke rumah teman yang baik itu.

Tanggal 6 Desember 2016, sang teman "meneruskan" paket yang diterimanya ke alamat saya menggunakan jasa pengiriman JNE YES. Dan malam ini, 7 Desember 2016 sekitar pukul 20.45 WITa (saya tinggal di Kalimantan Timur), pintu rumah diketuk. Ternyata, seorang petugas JNE, membawa tas kamera SIRUI UrbanPro 15 yang saya impikan. AlhamduliLlah...

Paket itu cukup besar. Tetapi ringan. Dibungkus plastik berwarna hitam.
SIRUI UrbanPro 15
SIRUI UrbanPro 15
Saya segera menelanjanginya dengan perasaan tidak sabar. Di kardus bagian luarnya ada stiker yang mengindikasikan merk SIRUI (SR) dan tipe UrbanPro 15, serta kode produk SR 4015 K.

SR 4015 K
SR 4015 K
Begitu kardus itu dibuka, terlihatlah sebuah tas menakjubkan yang cukup besar.
Sirui UrbanPro 15
Sirui UrbanPro 15
Bahannya terasa kokoh. Sandangan untuk menggendongnya empuk, tebal. Dan sakunya banyak. Dan tiap sakunya memiliki fitur zyp-lock, sehingga bisa "dikunci" tanpa menggunakan gembok. Efektif. Praktis.
Sirui UrbanPro 15 zyp-lock system
Sirui UrbanPro 15 zyp-lock system
Bagian yang paling terasa tebal tentu saja berada di sisi yang menempel dengan punggung pada saat tas itu kita gendong. Saya tidak mengukurnya dengan akurat tetapi kira-kira sekitar 3 centimeter tebalnya. Saya merasa sangat aman untuk menyimpan kamera dan lensa di dalamnya. Dan sebagaimana tas kamera pada umumnya, tentu saja SIRUI tak lupa menyertakan parasut untuk membungkus tas pada saat turun hujan.
Bagian dalam Sirui UrbanPro 15
Bagian dalam Sirui UrbanPro 15
Hal yang paling saya inginkan dari tas ini adalah kemampuannya menampung ukuran lensa yang besar, panjang, dan berat. Saya mempunyai lensa Sigma 150-600mm Sport, dan itulah alasan saya membeli tas kamera luar biasa ini.

Sirui UrbanPro 15 + Sigma 150-600mm Sport
Sirui UrbanPro 15 + Sigma 150-600mm Sport
Terlihat jelas, bahkan masih ada bagian yang cukup untuk menjejalkan body kamera ukuran full frame ke dalamnya. Saya merasa sangat puas dengan tas ini, walaupun baru sekedar mencobanya di dalam ruangan. Di hari lain, tentu saya tidak akan segan-segan menggendong tas itu dengan semua gear berat yang saya miliki.

Demikian review singkat mengenai tas kamera SIRUI UrbanPro 15, semoga bermanfaat dan bisa jadi referensi untuk berinvestasi salah satu perlengkapan penting demi menyimpan dan mengamankan kamera serta lensa kita.

Friday, November 11

Gimbal Head Jobu Design Heavy Duty Mark IV dan Compact Flash Lexar 1066x 256 GB

Jobu Design Heavy Duty Mark IV Gimbal Head
Jobu Design Heavy Duty Mark IV Gimbal Head
Gimbal head, apapun definisinya, merupakan alat yang sangat menarik minat saya. Saya membayangkan alat ini akan sangat cocok dikawinkan dengan lensa Sigma 150-600mm F5-6.3 DG OS HSM yang sudah saya beli beberapa hari yang lalu. Lensa itu masih menganggur hingga saat saya ketik tulisan amburadul ini. Saya hanya mencobanya beberapa kali dan lengan kiri pun segera merasa letih. Tentu saja, berat lensa itu kira-kira 3 kg. Sangat tidak cocok dengan otot lengan saya yang kecil.

Oleh karena itu, saya tidak berencana membawa-bawa apalagi memotret dengan lensa monster itu tanpa tripod, kecuali dalam keadaan terpaksa. Dan dengan tripod yang baik, didukung kepala tripod bertipe gimbal, saya pun membayangkan pengalaman mengambil gambar yang mengasyikkan. Ya, saya memang baru membayangkannya karena tripod yang saya inginkan belum sampai ke tangan saya. Dia masih dalam perjalanan.

Saya mencari-cari penjual peralatan kamera seperti biasa, yang menerima pesanan secara online. Dan seperti biasa pula, barang yang saya inginkan itu tidak ada, ke manapun saya mencarinya di negeri ini. Walhasil, saya memutuskan untuk menghubungi seseorang di Hong Kong. Dan singkat cerita, kesepakatan terjadi: saya membeli Gimbal Head buatan Jobu Design tipe Heavy Duty Mark IV. Dengan catatan tambahan: pengiriman harus menggunakan DHL.

Kurang lebih 3 (tiga) hari dari transaksi, barang yang saya pesan itu pun sampai di gudang DHL kota saya. Tapi ada catatan tambahan yang cukup mengerikan, yang terjemahan bebasnya: barang sedang diperiksa lebih lanjut. Apapun pemeriksaan itu, perasaan saya sudah tidak enak.

Pagi hari ini sekitar jam 10, Jum'at 11 November 2016, saya mendapat telepon dari seseorang. Suaranya menandakan bahwa dia perempuan. Dia memperkenalkan dirinya dari DHL. Dan mengabarkan bahwa ada kiriman untuk saya, dan bahwa kiriman itu "ditahan", dengan alasan belum ada kejelasan berapa harga pasti barang itu. Saya bahkan diminta menunjukkan invoice dan dikatakan pula bahwa kalau saya memiliki NPWP agar ditunjukkan supaya "meringankan" beban bea-bea tidak jelas yang mesti saya bayar.

Saya tidak mempunyai benda bernama NPWP, tentu saja. Karena saya tidak pernah memiliki syarat yang diperlukan untuk membuat NPWP: slip gaji. Kita tentu sama-sama mengerti, banyak hal dipersulit di negara ini. Terutama kalau sudah berkaitan dengan birokrasi. Tapi itu hal lain yang belum waktunya saya bahas.

Saya pun mendatangi kantor DHL. Dan di sana, saya menunjukkan resi pengiriman DHL yang saya miliki, sebanyak 2 (dua) nomer. Salah satu dari dua nomer resi itu merupakan bukti pengiriman memory tipe Compact Flash merk Lexar. Harga memory itu sekitar Rp. 3.500.000. Dan biaya-biaya barang masuk, pajak pertambahan nilai, dan entah biaya apa yang namanya disingkat-singkat, untuk menebus memory itu totalnya Rp. 352.000.

bea-masuk-barang-dari-luar-negeri
Dan gambar di bawah ini menunjukkan total biaya yang wajib saya bayar.
bea-masuk-barang-dari-luar-negeri-memory-card
Cukup besar jumlahnya. Tapi apa boleh buat, saya tidak menemukan seorang pun di negeri ini yang menjual memory card tipe Compact Flash dengan merk Lexar dan spesifikasi kecepatan read-write serta kapasitas yang saya inginkan. Sesampainya di rumah, paket berisi memory itu saya buka dan seperti ini isinya:
Compact Flash Lexar 1066x 256 GB
Compact Flash Lexar 1066x 256 GB
Kemudian, pada nomer resi yang satu lagi, kata petugas yang menerima saya di kantor DHL, barang itu belum release dari bea-cukai. Apapun makna release yang ia maksud, tentu hal itu bukan sesuatu yang baik buat saya selaku penerima paket. Dan dugaan saya tidak meleset, ketika saya dihadapkan pada kertas biaya-biaya yang mesti saya bayar supaya bisa mengambil gimbal head Jobu Design Heavy Duty Mark IV yang saya impikan itu.
biaya bea cukai beli barang dari luar negeri

Cukup fantastis dan mencengangkan. Total biaya untuk pengambilan gimbal head Jobu Design Heavy Duty Mark IV dari bea-cukai sebesar Rp. 2.159.000. Tapi saya sudah menduga sebelumnya. Tidak jadi masalah, saya toh akhirnya bisa membawa pulang gimbal head yang saya cari-cari itu. Setelah urusan beres di kantor DHL yang ber-AC itu, saya pun segera pulang.

Paket pembelian gimbal head yang saya terima, antara lain seperti terlihat pada gambar berikut ini.

  1. Gimbal Head, tokoh utama
  2. Plat lensa
  3. Tiga lembar kertas yang bisa dibaca atau dibuang
  4. Dua buah obeng tipe L
  5. Sebuah tas loreng yang bisa dipakai untuk menyimpan gimbal head

Kesimpulan: 
semua paket dari luar negeri menggunakan jasa DHL yang pernah saya terima selalu dibuka, bila perlu dengan paksa, oleh orang-orang bea-cukai. Saya pernah beli signal booster dan pada bagian antenna out-door bautnya sudah ada bekas dicopoti, lalu bagian penutupnya, yang dilem keras itu, di tepi-tepinya terdapat tanda-tanda pencongkelan.

Thursday, November 10

Info: Beli Sigma USB Dock UD-01 (CANON Mount) di Ebay

Saya tinggal di Indonesia, tentu saja. Dan, mencari barang-barang elektronik merk tertentu, dengan tipe tertentu, serta kegunaan tertentu, sering kali menyulitkan. Tapi saya tidak hobi menyerah. Apalagi barang yang saya inginkan rasa-rasanya akan saya perlukan pada masa mendatang. Benda langka itu adalah Sigma USB Dock UD-01 for CANON.

Apa gunanya benda ini? Fungsinya yang paling penting adalah untuk upgrade firmware lensa. Dan kegunaan yang tak kalah pentingnya tentu saja untuk kalibrasi lensa. Tak perlulah ditanya, lensa yang bisa diutak-atik dengan alat mungil dan ringan ini adalah lensa buatan Sigma, terlepas dari apakah mount lensanya untuk kamera CANON, Nikon, ataupun kamera pabrikan Sigma, yang penting mount-nya sesuai dengan USB Dock yang kita beli. Dan tidak semua lensa bisa "menikmati" USB Dock Sigma ini, hanya jenis-jenis tertentu--yang tidak akan saya sebutkan pada tulisan ini.

Alkisah, saya mencari USB Dock Sigma ini ke beberapa toko online. Menanyakan apa mereka punya stok barang yang saya inginkan. Saya bertanya membabi buta, untuk akhirnya kecewa dengan jawaban yang hampir mirip: stok kosong. Bahkan saya menyuruh teman saya di Jakarta untuk mendatangi toko Focusnusantara, Tokocamzone, dan beberapa toko lain yang yang saya tahu alamatnya dari Google.

Saya, memang, bukan orang penyabar. Singkat kata dan cerita, saya mencarinya di Ebay. Saya bertanya bolak-balik pada beberapa orang penjual di sana, dengan bahasa inggris yang cukup belepotan. Dan pilihan saya jatuh pada pedagang bernama sacchan2008. Kesepakatan pun terjadi: saya mau beli Sigma USB Dock for CANON yang ia jual itu, dengan syarat dia mengirimnya menggunakan DHL. Soal biaya bukan perkara buat saya, berapapun saya bayar asal barang itu bisa sampai  ke tangan saya, secepatnya.

Dan pada hari yang ditentukan, yaitu 4 (empat) hari setelah tanggal transaksi, barang itupun dikirim dari asalnya di Narita (Jepang) sana. Sang penjual sudah memberi tahu saya bahwa pengiriman barang ada delay beberapa hari, namun itu saya setujui dalam percakapan terdahulu dengannya. Dan, yang mengagumkan adalah betapa hebatnya jasa pengiriman DHL itu. Sejauh ini, 2 (dua) kali saya memakai jasa DHL, dan belum pernah kecewa. Semoga tidak.

Tanggal 7 November 2016, barang saya dikirim dari Jepang. Dan pada tanggal 9 November sore hari, sekitar jam 3, ketika saya cek ke website DHL, paket untuk saya telah sampai. Sehari berikutnya, tanggal 10 November 2016, kira-kira jam 8 pagi, saya mendapat telepon dari kantor DHL, menanyakan ancer-ancer ke alamat saya, karena ada kiriman yang akan diantar. Tapi saya jawab bahwa paket untuk saya itu akan saya ambil sendiri. Dan saya mengambilnya ke kantor DHL, tanpa dikenakan biaya tambahan.

Kiriman dari Jepang menggunakan jasa DHL
Terlihat bahwa di bagian pinggir bungkusan paket itu seperti bekas dibuka. Dan sepertinya benar, karena di bagian atas juga ada "sobekan" serupa. Saya semakin yakin bahwa paket itu pernah "diperiksa" dengan cara yang buru-buru dan kasar, karena begitu saya buka isinya, "plastik gelembung" yang membungkus USB Dock yang saya beli itu sudah dalam keadaan terbuka, tidak dipasang lagi sebagaimana mestinya, dan berantakan. Saya tidak tahu siapa atau kantor DHL mana yang menggeledah dengan semena-mena paket itu. Yang penting buat saya adalah, barangnya dalam kondisi baik. Dan sampai tepat waktu ke tangan saya.

Sigma USB Dock UD-01
Akhirnya, benda itu bisa saya dapatkan. Tentu saja saya senang. Dan isi  paketan itu antara lain:
  1. USB Dock Sigma
  2. Kabel USB
  3. Lembar garansi
  4. Manual (petunjuk) cara penggunaan dalam beberapa bahasa
  5. Warranty sticker (bisa ditempel kelihatannya, saya tidak terlalu peduli)
Sigma USB Dock inside the box

Demikian, pengalaman belanja di Ebay yang cukup menyenangkan. Semoga info kecil ini berguna buat pembaca yang sedang mencari USB Dock Sigma.

Salam jepret.

Saturday, April 11

Beberapa Jenis Kamera Saku (Compact Digital Camera)

Salah satu jenis kamera yang paling umum dan dimiliki oleh banyak orang selain kamera pada handphone adalah kamera saku. Kita biasa mengenalnya dengan sebutan kamera digital, atau kamera saku. Mungkin alasan dinamakan kamera saku karena ukurannya yang tergolong mungil dan muat dimasukkan ke dalam saku atau kantong pada pakaian kita.

kamera digital Sony DSC-RX100 II
Kamera digital Sony DSC-RX100 II
Gambar di atas merupakan salah satu contoh jenis kamera saku digital merk Sony tipe DSC-RX100 II. Kamera ini merupakan salah satu kamera saku terbaik yang bisa kita jumpai di pasaran. Fitur-fiturnya cukup lengkap dan juga handal untuk memotret terutama di ruangan terbuka.

Beberapa macam kamera saku yang biasanya kita temukan di toko-toko kamera antara lain:

Compact Camera

Maksudnya yaitu kamera saku digital yang "biasa" alias tidak memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan kamera  lain.  Ukurannya tentu saja cukup mini sehingga mudah dimasukkan ke dalam saku dan gampang dibawa jalan-jalan.

Superzoom

Kamera jenis ini memiliki  optikal zoom yang cukup memadai untuk mengambil gambar objek dari jarak yang jauh. Dengan  rentang zoom optik yang cukup panjang, kualitas gambar yang dihasilkan biasanya cukup baik untuk memotret objek yang jauh, setidaknya lebih baik daripada digital zoom. Dan ukurannya tetap cukup mini dan mudah dibawa ke mana-mana.

Advance Compact Camera

Kamera saku jenis ini biasanya memiliki ukuran sensor kamera yang lebih besar daripada kamera saku pada umumnya. Dan gambar yang dihasilkan oleh kamera ini  boleh dibilang sangat baik, walaupun tidak akan setara dengan kamera DSLR, tentunya. Contoh kamera dari tipe ini misalnya seperti pada gambar di atas, kamera Sony DSC-RX100 yang memiliki ukuran sensor 1 inchi.

Untuk memilih kamera mana yang akan dibeli, tentunya kita menyesuaikan dengan tujuan pemakaian kamera dan yang paling penting budget yang kita miliki. Yang perlu dipertimbangkan, ukuran sensor kamera. Semakin besar sensornya maka akan semakin bagus, dengan resiko harganya juga lebih mahal. Tapi hasil jepretannya akan semakin baik.

Selamat berburu kamera!

Thursday, November 20

Pengalaman Membeli Lensa SEL 35mm f/1.8 di focusnusantara.com

Sony E-Mount Lens 35mm f/1.8
Sony E-Mount Lens 35mm f/1.8

Berburu lensa untuk kamera mirrorless Sony Alpha A6000 dengan spesifikasi SEL 35mm f/1.8 bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Barangnya bisa dibilang langka. Saya menghubungi beberapa penjual lensa online dan kebanyakan dari mereka memberikan jawaban yang identik: "stok kosong." Luar biasa. Seakan-akan lensa tersebut lebih laris dari kwaci.

Saya hampir putus asa setelah menanyakan ke lebih dari 10 penjual atau toko online, hanya untuk mendapatkan jawaban yang sudah bisa saya tebak. Di saat-saat terakhir, saya mencoba lagi mencari di google dengan "trik rahasia" yang pernah saya baca di entah di mana. Saya memasukkan kata kunci "jual SEL 35mm f/1.8" di kotak pencarian. Hasilnya, google mengantarkan saya ke situs focusnusantara.com. Surprise!

Saya langsung mengontak salah satu akun YM customer service yang ada di sana, tentu saja yang statusnya terlihat online. Dan, saya merasa beruntung. Lensa 35mm f/1.8 yang saya inginkan tersedia. Tanpa menunggu lama, saya menanyakan harga ditambah biaya kirim menggunakan JNE YES. Saya pikir, tidak baik membiarkan barang kita terlalu lama di perjalanan. Apalagi saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri seperti apa kejamnya dunia ekspedisi: barang dilempar, diinjak, diduduki, dan macam-macam perlakuan tidak manusiawi lainnya.

Setelah selesai melakukan pembayaran, beberapa jam kemudian saya mendapatkan resi pengiriman melalui JNE. Dan, sehari kemudian paketan datang. Terlepas dari beberapa hal tidak mengenakkan yang saya alami dengan JNE.

Paketan lensa SEL 35mm f/1.8 dari focusnusantara.com
Paketan lensa SEL 35mm f/1.8 dari focusnusantara.com
Paket yang saya terima seperti terlihat pada gambar di atas. Di-pack  dengan cukup rapi meskipun tidak dilapisi kayu, karena saya tidak memintanya.

Paketan lensa SEL 35mm f/1.8 dari focusnusantara.com
Paketan lensa SEL 35mm f/1.8 dari focusnusantara.com

Setelah dibuka plastik pembungkus paketnya, saya mendapatkan sebuah kardus sedang. Harus hati-hati membuka kardus ini, tentu saja.

paketan-lensa-sel-35mm-f-1.8-bonus-tas
Ada bonus tasnya

Tak disangka, saya mendapatkan sebuah bonus berupa tas. Saya kira, cocok untuk belanja ke pasar membeli sayuran. Di dalam amplop itu isinya faktur pembelian.

Paket pembelian SEL 35mm f/1.8 di focusnusantara.com
Paket pembelian SEL 35mm f/1.8 di focusnusantara.com
Kelengkapan yang saya dapat setelah membuka "kotak utama" yaitu beberapa buku yang bahkan tidak saya baca. Mungkin panduan pengguna dalam berbagai bahasa. Lens hood, dan tentu saja "sang tokoh utama" yaitu lensa 35mm f/1.8, komplit dengan lens cap-nya. Tambahan: garansi resmi dari Sony Indonesia selama 1 tahun.

Tampilan ketika lensa ini dipasangkan ke kamera:

Sony Alpha A6000 + SEL 35mm f/1.8
Sony Alpha A6000 + SEL 35mm f/1.8
Terlihat sangat elegan, match. Saya sangat ingin segera mencobanya, tetapi apa boleh buat, saya belum menemukan objek yang tepat ketika menulis catatan ini. Barangkali di lain kesempatan akan saya upload beberapa gambar hasil perkawinan Sony Alpha A6000 dengan SEL 35mm f/1.8 OSS itu.