Sunday, November 2

Kamera NON-HP Pertama yang Saya Beli

kamera handphone
Kamera iPhone
Saya bukan dukun apalagi tukang ramal. Tapi saya yakin sekali bahwa Anda punya handphone. Dan, saya 97% meyakini bahwa HP Anda ada kameranya! Salah? No problem, saya toh sudah katakan bahwa saya bukan dukun. OK?? Yang jelas, saya percaya bahwa Anda tahu apa gunanya kamera. Kamera, tentu saja, merupakan sebuah alat yang bisa digunakan untuk mem-foto, untuk menyimpan gambar dari suatu benda atau objek. Tidak perlu repot-repot mengecek ke Wikipedia soal deskripsi kamera di atas, itu hanya pemahaman saya pribadi, yang belum terbukti kesalahannya.

OK. Jadi, perkembangan teknologi memang sangat cepat dan luar biasa. Dahulu kala, ketika masih kecil, saya melihat sebuah kamera entah apa merknya, bentuknya agak besar (atau barangkali relatif, karena bentuk tubuh saya ketika itu yang kecil, bisa jadi), dan seingat saya hanya bisa digunakan untuk memotret sebanyak 36 kali. Setelah 36 kali jepret, yang di antara tiap jepretan harus diselingi dengan ritual menggulung roll film, maka kamera itu harus dibelikan film baru.

Jaman itu, kuda memang sudah tidak menggigit besi, tetapi mengabadikan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan menjadi sebuah gambar (foto), bukan merupakan suatu hal yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Bahkan kamera "analog" yang saya ceritakan di atas, seingat saya adalah kamera punya tetangga. Kakak saya meminjamnya, dan membeli sendiri filmnya, dengan merk Fuji. Seingat saya.

Hal ini tentu jauh  sekali dibandingkan dengan masa sekarang. Di mana hampir setiap orang bisa memiliki gambar mereka sendiri, mengabadikan setiap momen dalam hidup dengan cara yang jauh lebih mudah. Dan, bisa dibilang semua orang sudah punya kamera.

Sony Alpha A6000 Mirrorless Interchangeable Camera

Benar, judul di atas merupakan salah satu tipe kamera mirrorles keluaran Sony. Saya harus merasa sangat beruntung dan juga bersyukur bisa memiliki kamera ini. Apa mau dikata, kamera Sony Alpha A6000 ini merupakan kamera pertama dan satu-satunya yang saya miliki, yang bukan merupakan kamera handphone. Saya memiliki kamera pertama yang "cukup lumayan" untuk memotret objek-objek dekat sekitar tahun 2009, ketika saya untuk pertama kalinya membeli handphone Nokia 3120 Classic. Ketika itu, saya hanya memerlukan kamera untuk sekedar bergaya, untuk mengikuti arus dan tren "HP kamera" yang merebak di masa itu.

sony alpha a6000
Sony Alpha A6000 Mirrorless Camera
Itu adalah gambar fisik kamera Sony Alpha A6000 yang kemarin saya beli. Saya membelinya dari sebuah toko di kota Samarinda. Sayang sekali pada saat saya menghidupkan kamera itu, ketika mencobanya di toko, battey kamera dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Akhirnya saya tidak bisa memfoto apapun di Kota Tepian itu.

Berikut ini isi kotak yang saya dapatkan dalam paket pembelian kamera Sony Alpha A6000, kemarin.

paket penjualan sony alpha a6000
Paket penjualan Sony Alpha A6000

  1. Body kamera Sony Alpha A6000, tentu saja.
  2. Lensa kit (bawaan)  dengan tulisan 3.5-5.6/16-50 di badan lensa, dan pada bagian depannya juga.
  3. Empat buah buku "Panduan Pengguna" dalam empat bahasa yang berbeda.
  4. Kabel USB (untuk koneksi ke port charger).
  5. Kabel penghubung charger ke stop kontak sebanyak 3 macam.
  6. Charger kamera.
  7. Tali gantungan kamera.
  8. Pelindung jendela bidik elektronik (electronic viewfinder).
  9. Memory SDHC sebesar 8GB, class 10 (up to 40mbps).
  10. Battery NP-FW50.
Saya tidak tahu apakah memory-nya merupakan bawaan kotak atau bonus dari penjualnya. Ketika saya baca panduan pengguna, memory tidak tertulis dalam paket penjualan Sony A6000.

Oh, saya juga mendapatkan bonus sebuah tas kamera. Berhubung tidak ada merk tas Sony, dan saya bebas memilih tas mana saja yang saya suka, saya putuskan untuk mengambil yang ukurannya cukup besar, agar bisa saya gunakan untuk menyimpan handphone saya yang cukup gembrot. Itu tas ada tulisannya EOS di bagian depan agak bawah.

Tas EOS
Tas EOS
Saya membeli kamera Sony A6000 ini untuk keperluan memotret objek-objek wisata, sekaligus belajar mengenal dunia fotografi secara mandiri. Itu berarti saya harus mulai mempelajari berbagai istilah yang berkaitan dengan kamera, lensa, dan kawan-kawan. Itu bukan masalah karena saya memang suka belajar, mengetahui hal-hal baru.

Dan blog ini dibuat untuk keperluan itu: mencatat istilah-istilah fotografi yang akan saya pelajari.




0 comments :

Post a Comment